Dibalik #2019GantiPresiden – Bagaimana Nasib Jokowi?

kilas-2019-ganti-presiden-mojok

Presiden Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi telah berada di akhir masa pemerintahannya. Kurang lebih satu tahun lagi pada tahun 2019 mendatang masa jayanya sebagai orang nomor satu di negeri ini menemui dua kemungkinan, yaitu antara ia melanjutkan masa kepemimpinannya atau haus digantikan dengan sosok lain yang dianggap oleh masyarakat lebih mumpuni. Melalui Pilpres tahun 2019 nanti nasib bangsa ini akan pilih kembali.

Kini tengah ramai di media sosial #2019GantiPresiden yang dipelopori oleh Partai Keadilan Sosial (PKS). Bahkan kaos dengan tagar yang sama kini sudah banyak diproduksi oleh masyarakat sebagai benyuk dukungan untuk pergantian Presiden Indonesia 2019. #2019GantiPresiden ini muncul karena pernyataan yang dilontarkan oleh PDIP yang mengusung kembali Jokowi dalam Pilpres 2019. Tagar ini menjadi ramai diperbincangkan karena menuai kontroversi berbagai pihak yang setuju dan pihak lain yang geram dibuatnya. Pihak yang menyetujui dengan gamblang adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Pernyataan ini diungkapkannya pada wawancara yang berhasil dikutip dari Sindonews.com.

“Saya kira bagus memang setuju 100 persen dong. 2019 kalau bagi kami di Gerindra pasti setuju 100 persen harus ganti Presiden, kalau engga ya kita kacau ini Indonesia ke depan secara ekonomi,” ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Seperti yang kita tau bahwa Partai Gerinda mendukung Prabowo untuk maju dalam Pilpres 2019, hal ini membuat partai ini berserta anggotanya mendukung penuh tagar ini. Selain karena dukungan partai, Fadli Zon juga menilai bahwa kinerja Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi merupakan kebijakan yang tidak pro rakyat. Bahkan bukan hanya Gerindra, partai lain turut mendukung tagar ini seperti PKS dan PBB.

https://nasional.sindonews.com/read/1296324/12/fadli-zon-gerindra-100-setuju-2019gantipresiden-1523256597

Pihak lain yang dibuat geram dengan adanya tagar ini adalah pihak yang pro terhadap Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden 2019-2024 mendatang. Namun, Jokowi sendiri menanggapi kabar ini masih dengan santai dan santun layaknya tanggapan tentang berita yang selama ini menyerangnya. Hal ini dianggap karena sosoknya sebagai orang Solo yang menjunjung tinggi sikap sopan dan santun. Ia mengatakan bahwa mana mungkin isu kaos akan menggantikan presiden, yang berhak menggantikan presiden adalah rakyat.

Tagar memang tidak bisa mengganti Presiden, sepedas apapun cibiran dan tanggapan juga tidak mampu mengganti posisi utama bagi bangsa ini. Jokowi benar, yang berhak untuk menentukan pergantian Presiden adalah suara rakyat dalam Pilpres 2019 mendatang. Ganti atau tidaknya Presiden Indonesia bergantung dari bagaimana pilihan masyarakat. Hal yang paling dan harus diperhatikan oleh masyarakat sebagai pihak yang paling menentukan suara untuk mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan apa yang mereka dambakan adalah kecerdasan rakyat dalam memilih.

Pergantian Presiden tahun 2019 bukan menjadi hal yang tabu untuk tidak terjadi, kemungkinan ini memang sudah menjadi hal yang tidak bisa ditolak karena adanya Pilpres. Nasib Jokowi juga akan ditentukan oleh rakyat sendiri. Tetap atau tidaknya posisi Jokowi sebagai Presiden bergantung pada bagaimana rakyat memilih. Banyaknya kaos yang disinyalir sebagai dukungan rakyat untuk pergantian presiden belum tentu pula akan menggeser posisi Jokowi. Membiarkan kaos dengan #2019GantiPresiden setidaknya menjadikan jasa pembuatan kaos mendapatkan keuntungan lebih.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *