Erupsi Freatik Gunung Merapi tadi pagi 11/05/2018 Waspadai Penyebab dan Akibatnya

Erupsi Freatik Gunung Merapi tadi pagi 11/05/2018 Waspadai Penyebab dan Akibatnya

Merapi Erupsi Freatik

Pagi tadi sekitar pukul 07.30 terjadi aktivitas yang cukup mencolok dari Gunung Merapi. Pasalnya Gunung tertinggi di Jogjakarta ini mengeluarkan asap putih, abu vulkanik, pasir, serta material piroklatik yang disertai dengan suara gemuruh dengan tekanan yang sedang hingga kuat. Menurut berita yang dilansir dari Tempo, ketinggian asap mencapai 5.500 meter dari puncak kawah. Menurut Operator Pusadalips BPDB Magelang, Merapi tengah mengalami letusan freatik yang masih tergolong dalam level I dengan radius berbahaya sejauh 3 kilometer dari puncak kawah.

Apakah Erupsi Freatik Berbahaya?

Erupsi freatik merupakan letusan yang terjadi akibat adanya dorongan dari uap air akibat kontrak massa air dengan panas yang berasal dari bawah Gunung Merapi. Erupsi atau letusan freatik dapat terjadi kapan pun pada gunung yang masih aktif dengan lama letusan yang berlangsung cepat. Bahkan menurut BBC erupsi ini sendiri pernah terjadi di salah satu kawah Peunungan Dieng serta di Gunung Agung. Erupsi freatik sendiri dianggap tidak berbahaya karena hanya berupa uap air dan  tidak mengeluarkan wedus gembel seperti yang terjadi pada letusan sebelumnya pada Maret 2014 silam. Gunung Merapi sendiri pernah mengalami erupsi freatik sebelumnya. Meskipun tidak berbahaya namun warga di dihimbau untuk menjauhi radius 3 km dari puncak Merapi.

 

Meskipun tidak berbahaya, masyarakat dan wisatawan dihimbau menjauhi Puncak Merapi

Aktivitas merapi ini terlihat di sejumlah daerah di sekitar lereng Merapi seperti Yogyakarta, Magelang, dan Boyolali dimana warga saling mengabadikan asap putih yang muncul. Berbagai gambar dan video yang menunjukkan erupsi Merapi muncul di berbagai berita dan sosial media sehingga membuat berbagai pihak khawatir, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang menghimbau agar masyarakat tetap tenang.

Bukan hanya aktifitas masyarakat yang menjadi perhatian, para pendaki yang berjumlah sekitar seartus orang berbondong-bondong turun dari jalur pendakian dan kini jalur pendakian serta berbagai pintu wisata seperti lava tour juga ditutup untuk menjamin keamanan wisatawan, hal ini dilansir dari Tribun.

Adanya hujan abu akibat erupsi freatik

Kemungkinan terjadinya hujan abu juga menjadi kewaspadaan tersendiri dari masyarakat sekitar maupun wisatawan. “Ketinggian asap 5 Km. Bisa menjadi hujan abu, prediksi awal mengarah ke selatan asapnya itu. Imbauan warga untuk waspada potensi hujan abu, kata Kasi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso saat dihubungi oleh Detik, Jumat (11/5/2018).

Bagi Anda yang kini tinggal di daerah sekitar puncak Merapi seperti Klaten, Sleman, Magelang, Boyolali, dan sekitarnya untuk tetap waspada dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Namun kita juga senantiasa berdoa agar apapun yang terjadi kita tetap dalam lindungan Allah SWT.

Video Amatir Pada Saat Abu Vulkanik dan Kepulan asap mulai terlihat

About The Author

“Allah masih mencintai anda jika masih banyak cobaan dan tantangan hidup yang datang menghampiri anda. Allah percaya bahwa anda mampu melaluinya, maka jagalah kepercayaan itu”

Related posts

2 Comments

  1. Bram

    Baru pertamakali aku kejogja pas di hari jumat pagi… Kaget, takut, dan panik itu yg aku rasakan. Kebetulan waktu kejadian itu aku dalam perjalanan ke Pakem.. huwhhh,, Semoga semua dalam keadaan aman ,,, amin

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *