Tayangan TV Jaman NOW yang bisa Menjadi Penyebab Perceraian

Tayangan TV Jaman NOW yang bisa Menjadi Penyebab Perceraian

Keutuhan rumah tangga menjadi hal yang sangat didambakan oleh seluruh pasangan yang telah menikah di dunia ini. Namun ada saja berbagai jenis konflik yang dapat memicu keretakan rumah tangga baik dari internal maupun dari eksternal. Salah satu faktor eksternal yang dapat menimbulkan perceraian adalah tayangan televise, Percayakah Anda? Mari simak uraian berikut.

Jika kita lihat tayangan televisi saat ini maka penulis yakin mayoritas orang akan setuju jika program televise yang ditayangkan di sebagian besar stasiun televisi di indonesia sama sekali tidak mencerminkan sifat terpuji dan sikap yang patut untuk dicontoh. Bahkan yang lebih mirisnya lagi, tayangan-tayangan tersebut sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu hingga menghasilkan episode hingga ribuan jumlahnya. Masing-masing tayangan itu tidak memiliki klimaks, tidak memiliki permasalahan yang jelas, dan juga penyelesaian atau solusi yang jelas pula. Tayangan ini hanya berfokus untuk memperbanyak episode namun minim pembelajaran.

Dalam salah satu penelitian yang telah dijurnalkan dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada bernama 3rd International Indonesian Forum for Asian Studies (IIFAS), membuktikan bahwa menonton televisi mempunyai hubungan yang positif terhadap perceraian, ketika tingkat menonton televisi saat ini naik sebesar 1% maka perceraian juga akan naik rata-rata sebesar 0,02%. Penelitian ini juga sejalan dengan cultivation theory yang dikembangkan oleh George Gerbner dan Lary Gross dari University of Pennsylvania yang menyatakan bahwa televisi adalah media yang digunakan oleh para penontonnya untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa tayangan televisi dapat membangun persepsi pada masyarakat pada semua keadaan baik itu keadaan yang baik maupun keadaan yang buruk sekalipun. Melalui televisi pula mereka dapat belajar melalui dua indera sekaligus yaitu penglihatan dan pendengara, melalui dua indera ini mereka belajar mengenai berbagai fenomena sosial dan budaya serta secara tidak langsung akan mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari.

Lalu tayangan seperti apa yang mengancam terjadinya perceraian?

Tayangan infotaiment dan sinetron menjadi tayangan yang membawa pengaruh negatif yang tidak dapat dipungkiri lagi. Infotaiment yang memberitakan kisah para artis dan tokoh masyarakat yang kawin cerai dengan mudah dan dengan alasan “sudah tidak cocok lagi” membawa persepsi bagi masyarakat bahwa, tokoh yang menjadi panutan saja dapat dengan mudah melakukan perceraian apalagi bagi masyarakat biasa dengan alasan yang juga tidak bisa dinalar. Begitu pula dengan tayangan sinetron yang kian hari kian tidak bermoral.

Sepatutnya jika Anda adalah seorang muslim maka Anda akan mengecam penayangan sinetron antara remaja putri berjilbab yang menjadi objek penindasan, bullying, bahkan juta objek untuk jatuh cinta. Kembali, tayangan ini akan membangun persepsi masyarakat bahwa hal-hal seperti ini menjadi hal yang biasa, hingga akhirnya ditiru dan dijadikan sebagai hal yang biasa pula di dunia nyata. Tidak mengherankan pula jika sinetron yang menceritakan tentang perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, perebutan harta, bahkan perceraian itu sendiri, menjadi persepsi yang melekat erat di masyarakat bahwa perceraian yang disebabkan oleh hal-hal diatas adalah sesuatu yang common.

Televisi memang bukan menjadi satu-satunya penyebab utama perceraian yang kini terjadi, ekonomi yang lemah, pernikahan dini, hingga rendahnya pendidikan juga turut menyumbang penyebab angka perceraian di Indonesia. Menurut agama Islam, perceraian memang diperbolehkan namun ini mejadi hal yang paling dibenci oleh Allah SWT. Lalu maukah kita melakukan hal yang paling tidak disukai oleh Sang Pencipta hanya karena hal-hal yang sebenarnya dapat diperbaiki dengan cara yang baik pula?

Oleh karena itu kita perlu dan harus pandai-pandai membentengi diri dengan ilmu yang tinggi baik ilmu agama, pendidikan formal, maupun kehidupan sosial. Bukan hanya dari diri sendiri, namun juga dari pihak pemerintah dan lembaga sensor film tentunya untuk turut menyaring tayangan yang lebih mendidik dan bermoral. Hal yang tidak kalah penting adalah kita harus benar-benar mempersiapkan diri jika ingin menuju ke jenjang selanjutnya agar rumah tangga yang dibangun dapat sekuat mungkin dipertahankan hingga akhir ajal.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *